Entri Populer

Sabtu, 29 September 2012

Skenario Drama-For You (Indonesia)



PEMBAGIAN PERAN
  (      (                                 ) berperan sebagai              Abid             [si Miskin]
         (                                            )  berperan sebagai              Galang       [si Murah Hati]
         (                                            ) berperan sebagai              Pinkan        [si Fotografer]
          (                                            ) berperan sebagai              Cintya         [si Penyiar]   
      (                                  )berperan sebagai              Lita                [si Pelukis]
          (                                            )   berperan sebagai              Hiska            [si Pembuat Iklan]
_    (                                               )  berperan sebagai              Rista             [si Novelis/Cerpenis]

Properti


HANDPHONE-2
KARDUS-1
KAMERA-1
UANG
KERTAS
ALAT TULIS (PENSIL DAN BOLPOIN)
BUKU TULIS-3
NOVEL-1
TAS SEKOLAH-7
LUKISAN-1
dompet
Topeng “dewa kematian”


SEBELUM PENTAS, SEMUA PROPERTI YANG MUNGKIN DIMASUKKAN KE DALAM KARDUS, MASUKKAN SAJA KE DALAM KARDUS AGAR TIDAK SUSAH SA’AT MEMBAWANYA KE backstage



SKENARIO

Babak I atau babak Awal

Setting waktunya ketika pulang sekolah. Abid masuk dengan tampang lesu, sedih dan tak bersemangat, lalu duduk melamun di tengah-tengah depan menghadap penonton.  Lita dan Hiska datang (bercakap-cakap) dengan tas sekolah mereka. Karena melihat Abid duduk melamun, mereka menghampiri Abid. Lita mencolek pundak Abid, Abid menoleh (sadar dari lamunannya)

Lita                        :   “Kenapa, Bid????”
Abid                       :   “Ha?!” (seperti linglung, bingung)
Hiska                      :   “Kenapa menghindar dari kami???”
Abid                       :   “ Hmmmmmm......” (agak takut dan mau kabur)
Lita                        :   “Sudahlah..... Ceritakan saja....”
Hiska                      :   “Iya....”
Abid                       :   “Baik, begini. Sebenarnya, kemarin ayahku di-PHK oleh Pak Bintaro, bos di perusaha’an ayahku. Uang penjualan Ibu dicuri kemarin.... Dan sekarang, kami tak punya uang.... Makan saja diberi tetangga, dan juga uang sekolah kini semakin naik. Jadi, orang tuaku terancam tak bisa membayarnya sehingga aku juga terancam keluar dari sekolah....”
Lalu, Abid keluar.
Lita                        :   “Wah.... Parah! Kita harus berbuat apa!?”
Hiska                      :   “Bagaimana jika kita kumpulkan teman-teman kita, lalu, kita buat pameran hasil karya kita! Uangnya kita gunakan untuk membantu Abid.”
Lita                        :   “ Boleh! Kita diskusikan ke teman-teman, yuk!”
Pinkan, Cintya, dan Rista masuk sambil bersenda gurau/berbincang-bincang dengan tas sekolah mereka. Mereka bertiga berjalan ke tengah dan bertemu Lita dan Hiska di tengah.
Lita dan Hiska         :   “Teman-teman!”
Pinkan, Cintya, Rista    :   “ADA APA?” (Serentak menoleh melihat Lita dan Hiska)
Hiska                      :   “Kasihan Abid! Orangtuanya kemalingan dan di-PHK! Dia terancam keluar dari sekolah! [sa’at berbincang-bincang ini, diusahakan sambil berjalan-jalan]
Pinkan                     :   “HAH?!”
Tiba-tiba Galang melintas dengan tas sekolahnya, langsung mendatangi mereka.
Galang                     :   “Ada apa ini?? Ikutan dong!”
Rista                      :   “Abid terancam keluar dari sekolah!”
Galang                     :   “Waduh! Dia kan teman baik kita!”
Cintya                     :   “Lebih baik, kita mengumpulkan uang untuk dia saja!”
Lita                        :   “Itulah yang sedang kami berdua pikirkan!”
Pinkan                     :   “Kalau begitu, kita bekerja sambilan sesuai kemampuan kita, bagaimana????”
Semua                     :   “SETUJU!!!!” (Semua menumpuk tangan lalu diangkat tinggi-tinggi)
Lalu.... FORMASI!!!!! (SILAKAN DIATUR SENDIRI)
Lita                        :   “Baik! Mulai dari kau, Pinkan!”
Pinkan                     :   (Bingung)”Ap-pa????”
Lita                        :   “Sebutkan apa yang ingin kau perbuat untuk membantu Abid!”
Pinkan                     :   “Karena aku jago memotret, aku akan jadi fotografer, Lang!” (menyikut Galang)
Galang                     :   “Aku akan membantu yang membutuhkanku! Cyn!” [baca: cyin] (menyikut Cintya)
Cintya                     :   “Aku jago berbicara, maka aku akan bersiaran di radio! Lit!” (menyikut Lita)
Lita                        :   “Aku akan melukis dan menjual hasilnya! Ka!” (menyikut Hiska)
Hiska                      :   “Karena aku suka membuat iklan, aku akan membuat iklan! Ayo, Ris!” (menyikut Rista)
Rista                      :   “Aku cerpenis atau novelis. Aku akan menerbitkan buku secepatnya!” (menyikut sebelahnya. Karena terlalu bertenaga, ia jadi jatuh) “ADA!!!!” (Mengulurkan tangan minta bantuan ke Hiska) “His~!!!! ADA!!!!”
Hiska                      :   “Ada???” (membantu Rista yang juga dibantu oleh Lita)
Rista       : “Maksudku....” (mengumpulkan nafas) “ADAAAAAWWWWWWWWWWWWWWWW!!!!!!!!!!”
Hiska                      :   “Auh....~!” (memegang telinganya)
Semua                     :   “Hahahhaaa.....”
Semua keluar.

Babak II atau babak Tengah

Setting waktu masih seperti babak I atau babak Awal, yaitu sa’at pulang sekolah.Pinkan masuk dengan kameranya, ber-action. Lalu, Pinkan keluar. Kemudian Cintya masuk dari arah Pinkan keluar dengan HP-nya. Pura-pura menelepon.
Cintya                     :   “Iya, iya, Pak! Saya akan ke sana! 99 FM ya? Ya..........”
Cintya keluar. Lita masuk, duduk di tengah sambil menggambar. Lalu, Rista masuk bingung mencari referensi.
Rista                      :   “Aduh.... Referensi.... Hmmm....” (menghampiri Lita dan duduk di sampingnya)”Hai, Lita!”
Lalu, mereka berdua berbincang-bincang. Kemudian Hiska datang. Disusul Galang dengan memakai topeng “Dewa Kematian” mengagetkan mereka bertiga.
Galang                     :   “BAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!”
Rista                      :   “KYAAAAAAAAAAAA~!!!!!!!! GALAAAAAAAAAAAANGGGGGGGGG!!!!!!!!!!! KAMU NYEBELINNNNNNNNNNNNNNNNNN BANGET!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” (Kaget dan mengejar Galang dengan mengacung-acungkan bukunya yang dilipat.Lalu kembali duduk dengan kesal) “HUH! SEBEL!”
Lalu mereka berbincang-bincang lagi. Kemudian, Cintya dan Pinkan datang. Mereka saling sapa. Kemudian keluar karena ingin ikut Cintya yang mengajak Pinkan untuk mewawancarainya di tempat Cintya magang kerja.

Babak III atau babak Final-Klimaks

Setting waktu masih tetap, sepulang sekolah. Namun, sudah agak sore sekitar pukul 15:00 atau pukul 3 sore. Pinkan masuk dengan uangnya yang membawa tas sekolahnya. Kemudian menghitung uang penghasilannya. Lalu, disusul oleh Cintya yang membawa dompet dan tas sekolahnya, Hiska dan Galang yang hanya membawa uang dan tas sekolah mereka seperti Pinkan. [Uang di sini bukanlah uang asli. Tetapi uang dari permainan monopolly] Kemudian Lita dan Rista masuk dengan membawa kardus  yang sepertinya sangat berat dan juga tas sekolah mereka. Sesampainya agak tengah, dekat dengan Pinkan, Cintya, Galang, dan Hiska, Rista menyapa.
Rista                      :   “Hai! Wah, itu penghasilan kalian, ya?”
Galang                     :   “Apa itu?”
Lalu, Rista dan Lita menyerahkan lukisan dan novel mereka yang ada di atas kardus tadi. Yang lain mencoba melihatnya sambil memuji-muji. Lalu, Abid datang.
Rista                      :   “Lho?! Bid, Abid! SINI DONG!”
Rista membawa Abid ke tengah. Lalu, Lita dan Rista berdiri, yang lain mengumpulkan uang mereka ke Pinkan kemudian mereka semua berdiri.
Lita dan Rista         :   “ABID, KAMU KENAPA????”
Abid                       :   “Malu....” (sambil menunduk)
Lita                        :   “Sudah tak perlu malu..... Ini, hadiah dari kami untukmu! Semoga, dapat meringankan beban keluargamu.” (memberikan kardus ke Abid)
Pinkan menyodorkan uang ke Abid dan Abid-pun menerima sambil tersenyum.
Abid                       :   “Terimakasih! Kalian memang sahabat sejatiku!”
Lita                        :   “Sama-sama!”
Semua(kecuali Abid):   “FOR YOU!!!!”

Aristya J. S' Blog

Aristya J. S' Blog
Visit this blog!! ^0^